Tujuh Hari untuk Keshia - Inggrid Sonya

Selepas kematian neneknya, Keshia ditelantarkan sang ibu. Parahnya, dia harus hidup dengan ayahnya yang 16 tahun tidak pernah dia ketahui sosoknya. Malangnya lagi, Keshia baru saja ditinggalkan sahabatnya dan dia menjadi korban perundungan di sekolah.

Apakah memang Keshia tidak berhak bahagia?

Kisah Ayah-Anak

Tujuh Hari untuk Keshia ini mengangakat soal hubungan ayah-anak, yang artinya unsur family dalam novel ini kental. Meski labelnya romance novel, nyatanya novel ini lebih family. Unsur romance-nya sangaaaat minim.

Justru interaksi dan hubungan Keshia dengan Sadewa, sang ayah yang banyak.

Baik Keshia dan Sadewa, keduanya tidak pernah tahu keberadaan satu sama lain sampai Diana meninggalkan Keshia di rumah Sadewa sebelum dia menikah dengan lelaki lain. Nah, selepas itu, penulis perlahan memperkenalkan Keshia dan Sadewa terhadap satu sama lain.

Meski banyak makian berseliweran (tapi kalau melihat dari sudut karakter keduanya, hal ini semacam lumrah sih ya), saya suka bagaimana penulis membangun hubungan Sadewa dan Keshia. Bagiamana Keshia menerima keberadaan sosok "ayah" dan bagaimana Sadewa belajar bahwa dia punya "anak".
"Ada atau nggak ada Ayah, Keshia harus tetap bahagia." (h. 395)
Buatmu pecinta character-driven novel, buku ini bakal sangat seru untuk diikuti. Bukan hanya Keshia dan Sadewa, karakter-karakter lain juga diberikan ruang untuk punya masa lalu dan berkembang. Memang tidak semua karakter berhasil berkembang dengan sangat baik, tapi cukup puaslah. Satu-satunya yang saya sayangkan hanya karakter River saja, yang padahal punya potensi sangat besar untuk berkembang.

Unsur Magis

Nah, sseperti warna kovernya, novel ini suram. Meski kovernya bukan tipe favorit saya, tapi judul dan blurb novel ini sudah cukup menjelaskan isi novel ini ya. Banyak pembaca juga yang berkata bahwa novel ini membuat sedih.

Memang ada bagian yang membuat saya sedih, terlebih pas bagian *ITU*, tapi unsur lain yang membuat novel ini suram adalah keberadaan kematian. Jadi, di novel ini ada unsur magisnya. Ada sosok kematian yang muncul layaknya 'dewa kematian' di sepertiga kisah terakhir.

Sejujurnya, konsepnya ini menarik banget. Saya suka pilihan yang digunakan penulis untuk mengembangkan karakter 'kematian' ini. Sayangnya, terlalu banyak yang tidak terjelaskan. Bukan hanya karena karakter-karakter ini mendadak muncul belakangan, tapi juga memang karena karakternya nggak hanya satu dan ... mereka mempengaruhi plot cukup besar.

Seandainya hal-hal di atas dibuat lebih jelas, saya bakal lebih puas ketika menamatkan novel ini.

Terakhir

Secara keseluruhan, novel ini memuaskan untuk dibaca. Meski tebal, nyatanya ketika dibaca tidak terasa. Kalau kata pembaca yang duluan baca di Wattpad, justru bagian kisah River dan unsur magisnya ini lebih banyak lagi. Yang berarti harusnya bakal lebih tebal lagi ya.

Saya rekomendasikan novel ini bagi kamu penggemar kisah keluarga! Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Tujuh Hari untuk Keshia
Penulis: Inggrid Sonya
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: 456 halaman

Share:

0 comments