Special Order - Alifiana Nufi: Impian dari Dapur Restoran

Naya belum lama ini diangkat jadi kitchen assistant di The Golden Dish. Impiannya menjadi chef rasanya semakin dekat. Namun, bagaimana nasib Naya jika bos barunya, Nando, ternyata adalah lelaki yang ditamparnya di KRL beberapa waktu lalu? Akahkah Naya bisa meraih mimpinya?

Menyoal Karakter Utama

Special Order ditulis dalam bab-bab yang pendek. Setiap bab berisi satu adegan gitu, jadi ketika membaca novel ini tidak terasa tahu-tahu sudah separuh, tahu-tahu bukunya sudah habis. Terus karena gaya menulisnya pun asik dan lugas, Special Order makin terasa menyenangkan untuk dibaca.

Nah, satu hal paling menarik ketika membaca di awal adalah interaksi Naya dan Nando. Bisa dibilang novel ini membawa trope enemy to lover. Kesalahpahaman membuat Naya skeptis pada bos barunya, Nando. Belum lagi karakter mereka yang berbeda, mereka jadi sering cek-cok. Saya sangat menikmati bagaimana Naya dan Nando berinteraksi ... di separuh awal buku.

Sayangnya, semakin ke belakang, karakter Naya ini semakin menyebalkan. Dia digambarkan pekerja keras dan tekun, tapi kenapa dia senantiasa berbuat kesalahan? Belum lagi dia dengan sadar menggunakan sepatu yang tidak sesuai standar kerja karena percaya bakal bikin beruntung. Benar sekali alasannnya itu Saudara-saudara. Kesalahan Naya yang ini disebabkan oleh dirinya sendiri yang bersikap bodoh, alih-alih dirinya yang memang ceroboh.

Terus, Naya ini semakin lama juga semakin ... menyedihkan. Dia terlalu sering mengatakan dirinya kekurangan dan yatim-piatu. Dan hubungannya dengan Nando lama-kelamaan terlalu menunjukkan Nando lebih superior (bos Naya, lebih hebat sebagai chef, dan tentunya bukan yang menyebabkan Naya jadi makin ceroboh). Hilang sudahlah trope enemy to lover yang saya rasakan di bab-bab awal.

Nando sendiri ... menyebalkan. Cara bicara Nando itu nyelekit dan menyakitkan hati. Terlepas dari dia chef berbakat, sahabat pemilik restauran, dan kabarnya ganteng, saya tidak bisa bersimpati padanya. Nando terlalu suka ngomel, ngomong nyelekit, dan cemburuan nggak jelas.

Sayang banget padahal di bab-bab awal kedua karakter ini yang membuat saya menikmati Special Order. :(

Impian Naya dan Dapur Restoran

Selain karakter utama yang tidak membuat saya simpati, ada banyak karakter pendukung. Saking banyaknya, mereka tidak diberikan ruang untuk berkembang dan tereksplorasi. Lebih lagi ada karakter yang muncul sangat jauuuh di belakang. Rasanya beneran seperti versi Wattpad gitu. Pengemeasannya kurang memuaskan.

Beberapa fakta juga tahu-tahu terasa tidak signifikan, seperti Naya yang ketemu Nando di KRL tapi semakin belakang keduanya nggak pernah lagi pakai KRL. Atau soal Ayah Nando yang ternyata membawa konflik penting tapi muncul sangaaaat akhir.

Untungnya novel ini membawa perihal 'impian Naya' dengan cukup konsisten. Naya menujukkan bahwa kegigihan bisa membawanya ke dunia kuliner.
"Aku nggak nyesel karena nurut sama orang tua, Tuhan punya cara sendiri buat mewujudkan impian aku." (hlm. 234)
Terus saya menikmati banget dinamika dalam dapur restoran yang disajikan. Meski ada beberapa hal yang terasa janggal, saya menikmati seluruh kru dapur The Golden Dish ketika adegan tengah berlangsung di restoran. Penulis juga menjabarkan dengan cukup detail dan menjelaskan dengan cukup lengkap soal seluruh bagian dapur, jadi pembaca mendapat gambaran yang jelas.

Dan geng Teletubbies, para chef lain di The Golden Dish, cukup sukses membuat Special Order asik dinikmati. Mereka membuat meriah kisah Naya dan Nando.

Penutup

Secara keseluruhan, Secara keseluruhan, novel ini tergolong cepat saya baca. Kisahnya ditulis dengan lugas dan setiap bab itu pendek. Kovernya cantik banget dan bab-bab awalnya asik untuk dibaca.

Seandainya saja beberapa bagian plot lebih diperhatikan dan karakter Naya dibuat lebih kuat, saya bakal lebih menikmati.

Selamat membaca!

Informasi Buku
Judul: Special Order
Penulis: Alifiana Nufi
Penerbit: Gramedia Pustama Utama
Tebal: 272 halaman
Genre: Romance

Share:

0 comments